Monday, August 15, 2011

Watchman Nee, Vol 41-30


BAB DUA PULUH DELAPAN

KARUNIA-KARUNIA, MINISTRI-MINISTRI,

DAN OPERASI-OPERASI

Tanggal: 21 Nopember 1935, siang

Tempat: Chuenchow

Pembacaan Alkitab: Kis.6:2-4

KARUNIA-KARUNIA, MINISTRI-MINISTRI,

DAN OPERASI-OPERASI

Satu Korintus 12:4-6 mengatakan, “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan. Ada pula berbagai perbuatan ajaib, tetapi Allah yang sama juga yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” Tiga hal disinggung di sini: karunia, ministri (pelayanan), dan operasi (perbuatan ajaib). Karunia berasal dari Roh, operasi berasal dari Allah, dan ministri berasal dari Tuhan. Ketiga hal ini berhubungan dengan Allah Tritunggal. Di masa lalu, banyak orang memberi perhatian hanya kepada karunia-karunia dan mengabaikan ministri-ministri dan operasi-operasi. Kita harus memahami kedudukan dari ministri dan operasi sebelum kita bisa memahami nilai dari karunia-karunia dan operasi dari karunia-karunia ini. Karunia menghasilkan ministri, dan ministri menghasilkan operasi.

Karunia adalah keahlian seseorang. Ministri adalah pekerjaan dari seseorang, dan operasi atau fungsi adalah hasil dari pekerjaan seseorang. Misalnya, di dalam perusahaan konstruksi, mungkin terdapat tukang beton, tukang batu, dan tukang kayu. Ketiga tukang itu masing-masing memiliki keahliannya tersendiri. Sebenarnya, di antara tukang kayu pun ada berbagai keahlian yang berbeda-beda. Ada yang baik dalam mengerjakan lantai, dan yang lainnya spesialis dalam membuat jendela atau pintu. Berbagai keahlian yang berlainan ini adalah seperti berbagai karunia yang disinggung di dalam Alkitab. Setiap pelayan Allah memiliki keahlian tertentu yang berasal dari karunianya. Karunia diberikan oleh Roh Kudus. Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Setiap orang memiliki karunianya sendiri, namun semua karunia ini harus berada di bawah kendali Roh (ay. 11).

Roh Kudus tidak membagikan berbagai karunia kepada manusia supaya manusia bekerja sendiri. Dia menyalurkan karunia menurut suatu rencana tertentu. Kita menerima karunia dari Roh dengan tujuan untuk berpartisipasi di dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu sesuai dengan penugasan Tuhan. Pekerjaan yang kita terima dari Tuhan menjadi ministri kita. Ini adalah seperti mengatakan bahwa perusahaan konstruksi sedang membangun rumah-rumah di banyak tempat, dan banyak orang ditugaskan ke berbagai tempat. Ada yang ahli dalam mengerjakan lantai, dan mandornya akan menugaskan mereka untuk mengerjakan lantai. Yang lainnya ahli dalam membuat pintu, dan mandor akan menugaskan mereka ke berbagai tempat untuk membuat pintu. Mereka masih berada di bawah pengarahan mandor. Semua orang yang ditugaskan, memiliki keahlian mereka sendiri, yang adalah karunia mereka. Pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka adalah ministri mereka. Keahlian manusia adalah karunianya, sedangkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya adalah ministrinya. Hasil akhirnya bukanlah untuk keuntungan pribadi seseorang melainkan bagi pencapaian tujuan bersama yang telah ditetapkan oleh mandor untuk mereka capai.

Apakah perbedaan antara pekerjaan Paulus dan pekerjaan Apolos? Paulus menanam dan Apolos menyiram, dan Allah yang menumbuhkan (1 Kor. 3:6). Inilah operasi. Paulus dan Apolos masing-masing memiliki keahlian dan kecakapan, dan Tuhan menugaskan mereka suatu pekerjaan menurut kecakapan dan keahlian mereka. Berdasarkan penugasan mereka yang berbeda, mereka akhirnya memiliki ministri yang berbeda. Jika Anda memiliki keahlian, maka Anda memiliki karunia. Ketika Anda melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada Anda oleh ahli bangunan, Anda memiliki ministri. Hasil akhir dari pekerjaan-pekerjaan dari semua ministri adalah operasi-operasi.

Hari ini kita semua harus bertanya kepada Tuhan, karunia apa yang telah kita terima dari-Nya dan apakah ministri kita. Jika kita sudah menerima karunia dan ministri, kita seharusnya meminta kepada Tuhan untuk mengeluarkan operasi kita. Di alam semesta ini, Allah memiliki suatu operasi yang besar. Bagaimana Dia bisa menggenapkan operasi yang besar ini? Dia menggenapkannya melalui Roh Kudus. Roh mendistribusikan karunia, dan Allah mengarahkan semua orang untuk memakai karunia-karunia tersebut bagi penggenapan sasaran-Nya. Tanggung jawab kita adalah bekerja dengan setia di dalam ministri-ministri yang ditugaskan oleh Tuhan sesuai dengan karunia-karunia yang telah kita terima. Kita tidak perlu kuatir dengan fungsi kita, karena kita tidak bisa melakukan apa pun bagi mereka. Itu adalah urusan Allah.

Satu Korintus 12 meletakkan karunia bersama-sama dengan Roh, ministri dengan Tuhan, dan operasi dengan Allah. Ini mewahyukan bahwa karunia berasal dari Roh Kudus, ministri ditugaskan oleh Tuhan, dan operasi direalisasikan melalui Allah. Paulus bisa menanam dan Apolos bisa menyiram, namun Allahlah yang menumbuhkan. Paulus memiliki ministri menanam, dan Apolos memiliki ministri menyiram. Akan tetapi, walaupun ada penanaman dan penyiraman, Allah masih harus memberi pertumbuhan. Ini sama sekali berbeda dari pekerjaan meletakkan ubin lantai atau membuat jendela dan pintu.

PEMBAGIAN KARUNIA-KARUNIA DAN MINISTRI-MINISTRI

Alkitab membagi karunia-karunia ke dalam dua kategori. Berdasarkan kedua kategori ini, terdapat dua macam ministri. Kategori yang pertama mencakup karunia-karunia yang membuat seseorang mampu untuk bekerja bagi Tuhan, dan kategori yang kedua mencakup karunia-karunia yang membuat seseorang mampu untuk memikul tanggung jawab lokal. Semua karunia dan ministri adalah termasuk ke dalam salah satu dari kedua kategori tersebut. Setiap orang memiliki ministrinya sendiri dari Tuhan. Mereka yang bekerja bagi Tuhan memberikan diri mereka sepenuh waktu untuk melakukan pekerjaan Allah., sedangkan mereka yang memikul tanggung jawab lokal menangani urusan-urusan praktis. Bahkan seorang saudara atau saudari yang biasa-biasa saja memiliki ministri. Kisah Para Rasul 6 menyinggung perbedaan antara kedua macam ministri ini. Ada dua macam pekerjaan di dalam gereja—yang satu adalah rohani dan yang satunya lagi adalah jasmani. Yang pertama berhubungan dengan hal-hal rohani seperi ministri doa rasul dan pemberitaan firman. Yang kedua berhubungan dengan urusan-urusan bisnis seperti ministri Stefanus dalam melayani meja.

JELAS MENGENAI MINISTRI SENDIRI

Di sini saya harus mengatakan suatu perkataan yang keras kepada para sekerja. Anda semua harus jelas mengenai ministri Anda sendiri. Sebelum Anda menemukan apakah ministri Anda yang spesifik, Anda seharusnya menemukan termasuk kategori manakah ministri Anda itu. Apakah Anda termasuk ke dalam ministri yang menyisihkan diri sendiri bagi pekerjaan Tuhan, ataukah Anda termasuk ke dalam ministri yang memikul tanggung jawab lokal? Apakah Anda seharusnya memberikan diri Anda kepada doa dan pemberitaan firman? Atau apakah Anda seharusnya melayani meja? Apakah ministri Anda rohani atau jasmani? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang besar. Petrus mengatakan bahwa mereka akan memberikan diri mereka kepada doa dan ministri firman; ini adalah ministri rohani. Kemudian, mereka menunjuk tujuh diaken untuk menangani sisi bisnis dari pekerjaan.

Kita harus jelas mengenai ke dalam kategori ministri manakah Tuhan memanggil kita sebelum kita bisa menanyakan ministri spesifik yang kita miliki. Ini berlaku bagi semua saudara penanggung jawab di dalam semua lokalitas. Mereka harus jelas mengenai ministri yang Allah tugaskan kepada mereka. Jika Anda tidak jelas mengenai hal ini, Anda tidak akan mungkin mengetahui apakah ministri pribadi Anda. Berapa banyak di antara kita yang benar-benar jelas mengenai ministri yang ke dalamnya Allah telah memanggil kita? Kita harus berdoa dengan hati-hati di hadapan Tuhan. Kita semua memiliki ministri kita masing-masing. Kategori dari pelayanan kita dan fungsi pribadi kita di hadapan Tuhan bergantung kepada panggilan-Nya.

Jika Anda jelas bahwa Tuhan telah memanggil Anda kepada ministri doa dan pemberitaan firman, Anda harus berjerih lelah untuk mencapai sasaran ini. Jika Anda tidak jelas, Anda seharusnya tinggal di dalam kategori ministri yang satunya lagi. Di denominasi-denominasi, banyak penginjil tidak tinggal di dalam ministri yang telah Allah tetapkan kepada mereka. Jika Tuhan belum menugaskan Anda kepada ministri doa dan pemberitaan firman, Anda tidak pernah boleh meletakkan diri Anda ke dalamnya dengan kekuatan daging Anda. Tuhan hanya akan menyuplai ministri-ministri yang telah ditunjuknya sendiri. Dia hanya akan memberkati mereka yang tinggal di dalam ministri yang telah ditetapkan-Nya. Jika Anda tidak tinggal di dalam ministri yang telah ditetapkan Allah, Dia tidak akan menyuplai atau memberkati Anda. Ini bukan berarti hanya mereka yang berada di dalam ministri doa dan pemberitaan firman yang bisa berdoa atau memberitakan firman. Stefanus tidak berada di dalam ministri doa dan pemberitaan firman, akan tetapi dia melakukan pekerjaan ministri doa dan pemberitaan firman ke mana saja dia pergi. Yang penting adalah jelas mengenai ministri Anda sendiri dan tinggal di dalam ministri ini.

Jika seseorang mengira bahwa dia memiliki ministri doa dan pemberitaan firman, dan jika dia menetapkan untuk menginjil dan bekerja, Alkitab tidak melarang aktivitasnya. Di dalam Filipi 1 Paulus mengatakan bahwa dia bersukacita selama Kristus diberitakan dengan maksud apapun (ay. 18). Tentu saja, kita tidak bisa menyebut orang-orang semacam itu sebagai sekerja kita atau menumpangkan tangan ke atas mereka. Saudara-saudara pewajib lokal seharusnya melarang orang-orang yang belum pernah menerima penumpangan tangan untuk menginjil di dalam sidang-sidang lokal mereka. Tentu saja, sampai taraf tertentu, mereka seharusnya diizinkan untuk bekerja, namun mereka tidak seharusnya dibiarkan untuk menjadi terlalu aktif.

Apabila kita tidak bisa memutuskan untuk menumpangkan tangan kepada seseorang, kita bisa menundanya dan menunggu persetujuan Tuhan atas pekerjaannya sebelum kita menumpangkan tangan ke atasnya. Jika Tuhan tidak memperlihatkan persetujuan yang jelas, kita seharusnya dengan jujur berkata kepadanya, “Maaf, saudara-saudara tidak bisa menumpangkan tangan ke atas diri Anda.”

No comments:

Post a Comment