BAB SEBELAS
KEHIDUPAN YANG MENANG
Tanggal: 12 Nopember 1935, malam
Tempat: Chuenchow
Pembacaan Alkitab: Flp. 1:21; Kol. 3:4; 1 Kor. 1:30
TUJUAN KEKAL ALLAH
Allah tidak memiliki maksud supaya manusia hidup oleh hayatnya sendiri. Di dalam kekekalan yang lampau, Allah menetapkan bahwa manusia akan memperhidupkan hayat Allah. Itulah sebabnya mengapa Allah tidak puas dengan manusia hanya hidup oleh hayat insaninya. Berdasarkan tujuan kekal-Nya, Allah memiliki maksud supaya manusia hidup oleh hayat-Nya. Manusia tidak menyadari hal ini di taman
KONSEP YANG SALAH DI ANTARA ORANG-ORANG KRISTEN
MENGENAI KEMENANGAN
Mencoba untuk Memenuhi Tuntutan Allah
Melalui Kekuatannya Sendiri
Ketika seorang Kristen baru percaya pada Tuhan, dia tentunya memiliki hayat Allah di dalam dirinya. Akan tetapi banyak orang tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai bagaimana Kristus menjadi hayat mereka dan bagaimana Dia hidup di dalam mereka. Mereka membuat banyak konsep yang salah mengenai perkara ini sebab mereka kekurangan pengetahuan yang tepat. Setelah seorang Kristen dilahirkan kembali, dia mulai memiliki kecenderungan-kecenderungan yang baru. Dia menginginkan apa yang dulu tidak dia inginkan dan menolak apa yang dulu dia rangkul. Konsep manusia yang salah muncul ketika dia berusaha untuk berjalan dalam kehendak Allah, menetapkan untuk tidak berbuat dosa lagi dan mencoba untuk memperhidupkan kebajikan-kebajikan Kristus. Banyak yang diperbaharui dalam hati nurani mereka setelah mereka diselamatkan, dan mereka menjadi lebih peka terhadap dosa, namun mereka tidak memiliki tenaga untuk melakukan kehendak Allah dan tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan dosa. Hasilnya, mereka hidup di dalam penyesalan yang dalam. Sebelumnya, ketika mereka hidup dalam dosa, mereka tidak tahu bahwa itu adalah dosa dan sama sekali tidak merasa sedih. Mereka dengan tenang hidup secara sembarangan. Namun sekarang mereka sudah mendapatkan hayat yang baru dengan sifat yang baru dan kecenderungan yang baru. Kristus sekarang tinggal di dalam mereka sebagai hayat mereka. Ini membawa masuk tuntutan-tuntutan baru yang mereka anggap mustahil untuk dipenuhi. Tadinya, mereka menderita di bawah dosa. Sekarang mereka menderita di bawah beban kekudusan. Misalnya, mereka mungkin menyadari bahwa orang Kristen tidak seharusnya sombong atau cemburu atau marah, dan mereka mungkin menetapkan untuk tidak sombong, cemburu, atau marah. Akan tetapi, secara mengagetkan, mereka menemukan bahwa mereka tidak bisa melakukan yang manapun juga. Tadinya mereka tidak menyadari bahwa semuanya itu adalah dosa. Mereka tidak tahu apa itu kekudusan, dan mereka tidak memiliki kedambaan untuk menempuh kehidupan yang kudus. Sekarang mereka mengenal kekudusan, dan mereka memiliki kedambaan untuk menempuh kehidupan yang kudus. Namun, walaupun mereka memiliki pengetahuan dan kedambaan, mereka menemukan bahwa mereka tidak bisa mencapainya. Inilah jenis penderitaan yang dialami banyak orang Kristen setelah mereka diselamatkan. Penderitaan demi kekudusan ini seringkali lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan yang mereka alami sebelum mereka diselamatkan.
Sebagian orang bisa berperilaku seperti orang-orang Kristen yang baik di hadapan manusia, namun mereka menyadari kejahatan mereka sendiri di hadapan Allah. Sebagian orang bisa berpura-pura rajin dan setia dalam melayani Tuhan di hadapan manusia, namun mereka tahu bahwa kehidupan mereka adalah serangkaian kegagalan. Pengalaman mereka menunjukkan kepada mereka bahwa mereka sedang berkelok-kelok (zigzag) di antara kemenangan dan kegagalan; mereka bergantian antara menang dan gagal. Kehidupan mereka adalah siklus yang tak berakhir antara kemenangan dan kegagalan. Mereka sangat mengenal bahwa mereka tidak memiliki kekuatan di dalam dirinya sendiri untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Pemikiran dan konsep mereka sudah berubah; mereka jelas lebih luhur dibandingkan sebelumnya. Lebih jauh lagi, batin mereka mendorong mereka untuk berubah lebih baik. Namun hayat yang mereka miliki dan sumber tenaga di dalam mereka belum berubah. Mereka tidak mampu menyuplaikan kekuatan yang memadai untuk memenuhi tuntutan-tuntutan batini mereka. Setiap hari mereka jelas mengenai apa yang seharusnya mereka lakukan, dan setiap hari mereka bercita-cita untuk menang dan menjadi kudus, namun setiap hari mereka gagal.
Apa yang baru kita jabarkan adalah suatu fenomena yang menarik. Itu adalah kesalahan pertama yang dilakukan orang-orang Kristen di dalam kehidupan Kristen mereka. Mereka mengira bahwa Allah memberi mereka suatu hayat yang baru sehingga mereka bisa memiliki pengetahuan yang baru dan pemahaman yang baru mengenai apa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah. Ketika mereka hidup dalam dosa, mereka tidak tahu cara membedakan yang baik dan yang jahat. Namun, begitu mereka mendambakan untuk memenuhi standar Allah, mereka jatuh ke dalam sejenis kesalahpahaman yang berbeda. Sungguh suatu tragedi! Mereka mengira bahwa satu-satunya alasan Allah memberi mereka hayat yang baru adalah untuk memberi mereka kedambaan yang baru, idaman yang baru, kecenderungan yang baru, dan harapan yang baru sehingga mereka bisa berjerih demi hal-hal yang surgawi dan rohani. Karena mereka adalah orang-orang Kristen, mereka mengira bahwa mereka seharusnya bertindak menurut kedambaan yang baru ini. Mereka mengira bahwa menerima hayat yang baru tidak lain berarti menerima sikap yang baru, harapan yang baru, dan kecenderungan yang baru, dan bahwa mereka masih perlu menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk memenuhi semua tuntutan tersebut. Ini adalah suatu kesalahan yang besar.
Hayat yang baru adalah hukum baru Allah di dalam kita. Hukum yang baru ini tentunya memiliki tuntutan-tuntutan yang baru. Dikarenakan ia memiliki tuntutan-tuntutan, kita menggunakan seluruh kekuatan kita untuk bertindak menurut hukum yang baru ini. Namun tuntutan-tuntutan yang baru yang Allah letakkan di dalam diri kita ini tidak akan pernah bisa kita penuhi oleh diri kita sendiri. Manusia hanya memiliki hayat manusia. Hayat manusia ini alamiah dan biasa; ia tidak bisa memenuhi keperluan dari hukum yang baru. Hayat yang lama tidak bisa memuaskan tuntutan dari hukum yang baru. Contohnya, bayangkan seekor ikan. Walaupun saya bisa memberinya suatu tuntutan yang baru untuk terbang dan walaupun saya bisa memiliki kuasa untuk meletakkan kedambaan yang baru untuk terbang di dalam ikan tersebut, ia tidak akan bisa terbang sebab tidak ada tenaga untuk terbang di dalam hayat ikan. Walaupun ia bisa bercita-cita untuk terbang, ia sebenarnya tidak bisa terbang. Demikian juga dengan orang-orang Kristen hari ini. Hayat yang baru membawa kedambaan yang baru dan kecenderungan yang baru. Namun hayat yang lama tidak bisa memenuhi tuntutan dari hayat yang baru ini. Inilah jenis orang Kristen yang kita temukan di dalam Roma 7. Orang Kristen di dalam Roma 7 adalah seseorang yang bercita-cita untuk memenuhi tuntutan hukum Allah dengan kekuatannya sendiri, namun gagal. Saya belum pernah melihat seorang Kristen yang bisa memenuhi tuntutan Allah dengan kekuatannya sendiri. Tidak ada apapun yang berasal dari hayat lama kita yang bisa memenuhi tuntutan Allah.
Meminta Allah untuk Memberi Kita Tenaga untuk Menang
Sekelompok orang lainnya tahu bahwa mereka sudah menerima hayat yang baru, standar yang baru, dan tuntutan serta cita-cita yang baru. Mereka tahu bahwa mereka itu lemah dan mudah untuk kalah dan gagal. Mereka mengira bahwa mereka seharusnya meminta Allah untuk memberikan kekuatan kepada mereka dan membantu mereka untuk mengalahkan dosa. Mereka mengira bahwa mereka seharusnya meminta Allah untuk memperkuat mereka bagi penghidupan mereka yang baru ini. Mereka mengira bahwa Allah akan memberi mereka kekuatan yang diperlukan jika mereka cukup berdoa. Mereka mengira bahwa begitu Allah mendengar doa mereka, mereka akan mengalahkan banyak dosa dan mampu untuk melakukan hal-hal yang baik dan memperhidupkan tuntutan Allah. Orang-orang Kristen ini tahu bahwa membuat suatu ketetapan adalah salah, dan mereka tahu bahwa mereka tidak bisa melakukan apa pun melalui kekuatan mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka berdoa kepada Allah untuk memberi mereka kekuatan. Walaupun mereka tidak bisa berhasil dengan kekuatan mereka sendiri, mereka mengira bahwa mereka tentunya bisa berhasil jika mereka memiliki kekuatan Allah. Hasilnya, mereka memohon kepada Allah, berdoa, dan bahkan berpuasa. Mereka mengurung diri mereka untuk berdoa kepada Tuhan, atau mereka meninggalkan dunia sekuler untuk berdoa di atas gunung atau di tepi laut. Mereka mengira bahwa Allah akan menjawab doa mereka jika mereka cukup tulus. Yang ajaib adalah bahwa walaupun Allah kelihatannya menjawab doa-doa yang lain, Dia tidak pernah menjawab doa mereka mengenai menang atas dosa. Mereka kaget bahwa dosa mereka masih menganiaya mereka sampai suatu taraf dimana mereka benar-benar ditaklukkan. Mereka mengira bahwa mereka tidak cukup tulus; akibatnya, mereka berdoa siang dan malam, meminta Allah untuk memberi mereka tenaga untuk mengalahkan dosa mereka. Ketika mereka mengunci diri mereka di dalam kamar mereka, mereka terjaga dari dosa-dosa mereka, dan mereka mengira bahwa mereka sudah menang. Namun begitu mereka selesai berdoa dan keluar dari kamar mereka, godaan dan Satan sudah menunggu di luar pintu, dan mereka gagal lagi.
Malam ini saya tidak akan bertanya apakah Anda sudah berdoa. Saya hanya akan menanyakan satu pertanyaan yang tajam: Berapa banyak dari Anda yang sudah mengalahkan dosa melalui berdoa untuk bantuan Allah? Anda mungkin sudah berdoa untuk meminta Allah supaya membuat Anda menjadi seorang Kristen yang kuat. Anda mungkin sudah berdoa kepada-Nya untuk memberi Anda kekuatan dan bantuan. Allah mungkin menjawab doa Anda dan membuat Anda kuat, namun Anda masih tetap tidak bisa mengalahkan dosa Anda. Ini adalah sebuah fakta yang ajaib. Allah tidak pernah membantu Anda menang. Dia tidak pernah membantu Anda menghentikan diri Anda untuk tidak berbuat dosa.
Meminta Kebajikan kepada Allah
Setelah banyak gagal, sebagian orang Kristen mengenal dosa-dosa yang sering mereka lakukan. Mereka tahu mengapa mereka gagal. Saya takut banyak dari Anda belum menyadari dosa-dosa kebiasaan Anda. Sebagian orang lebih baik dan mengenal dosa-dosa kebiasaan mereka. Sebagian menyadari bahwa mereka terlalu cepat dan berlebihan dalam pembicaraan mereka. Sebagian menyadari bahwa pemikiran mereka kotor dan tidak bisa diutarakan di hadapan manusia. Sebagian menyadari bahwa mereka terlalu kasar, mereka tahu bahwa mereka selalu menyakiti orang lain. Mereka tahu bahwa mereka tidak rendah hati. Sebagian menyadari bahwa mereka mudah marah, dan sebagian menyadari bahwa mereka sombong. Banyak orang menyadari dosa-dosa kebiasaan mereka dan kemudian mengejar kebajikan-kebajikan yang berlawanan dengan dosa-dosa mereka. Misalnya, mereka yang sombong mencari kerendahan hati. Mereka yang cemburu berusaha untuk merendah. Mereka yang mudah marah mencari kesabaran. Mereka yang memiliki pikiran yang kotor berusaha untuk memiliki hati yang bersih. Apapun dosa yang mereka miliki, mereka mencari kebajikan-kebajikan yang berlawanan dengan dosa-dosa mereka. Sementara seseorang mencari kesabaran, dia mungkin mengira bahwa dia tidak terlalu buruk. Dia mengira bahwa dia hanya memiliki sedikit kekurangan di dalam perbuatannya; dia hanya memerlukan sedikit kesabaran. Dia berdoa supaya Allah mengirim paket kesabaran dari surga. Ajaibnya, kesabaran ini tidak pernah datang. Tidak peduli berapa keras dia berusaha, kesabaran tidak pernah datang. Dia memberi tahu Tuhan bahwa dia kekurangan kebajikan tertentu dan bahwa dia damba untuk memilikinya dari Tuhan. Tapi tidak peduli berapa keras dia berdoa, Tuhan tidak pernah memberikannya kepada dia.
JALAN KESELAMATAN ALLAH
Beban saya bukanlah untuk berbicara mengenai konsep-konsep yang salah dari orang-orang Kristen. Saya hanya menyebutkan tiga perkara di atas, namun konsep-konsep yang lain serupa dalam prinsipnya. Tujuan saya dalam menyinggung konsep-konsep itu adalah untuk menunjukkan bahwa mereka itu tidak ada gunanya bagi seorang Kristen. Mereka itu bukan jalan yang alkitabiah. Allah tidak memiliki maksud supaya orang Kristen hidup seperti itu. Jika kita hidup menurut prinsip-prinsip itu, kita akan gagal terus. Allah sudah memberi kita hayat yang baru. Hayat yang baru ini membawa kepada kita bukan hanya pengetahuan yang baru dan kedambaan yang baru saja, namun juga energi yang baru dan kekuatan yang baru untuk memenuhi kedambaan yang baru dan tuntutan yang baru. Kedambaan yang baru dan tuntutan yang baru ini berasal dari hayat yang baru, sama seperti sumber suplaian yang baru untuk memenuhi kedambaan yang baru dan tuntutan yang baru itu berasal dari hayat yang baru tersebut. Ketika kita dilahirkan kembali, kita tidak hanya menerima kedambaan yang baru dan pengetahuan yang baru, yang mendambakan untuk mengalahkan nafsu dan dosa kita, namun kita juga menerima tenaga yang baru untuk memenuhi tuntutan dari hayat yang baru ini.
ALLAH BERMAKSUD SUPAYA KRISTUS
MENJADI HAYAT DAN KEPUASAN KITA
Hayat yang baru dan tenaga yang baru yang telah Allah berikan kepada kita tidak lain adalah Kristus itu sendiri. Hari ini Kristus tinggal di dalam kita. Apa yang sedang Dia lakukan di dalam kita? Dia di dalam kita sebagai hayat kita, dan Dia di dalam kita untuk menyertai kita setiap waktu. Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu (Yoh. 14:18). Kita bisa mengatakan bahwa manusia celaka di dalam Roma 7 adalah seorang yatim piatu, dan kita bisa menyebut Roma 7 sebagai pasal tentang yatim piatu. Manusia di dalam Roma 7 memiliki tuntutan dan kedambaan yang baru, namun dia tidak bisa memenuhi keperluan itu. Dia itu seperti seorang yatim piatu yang kelaparan, namun tanpa makanan. Udara dingin dan dia memerlukan pakaian, namun dia tanpa pakaian. Dia harus menemukan semua hal itu oleh dirinya sendiri. Namun, bahkan ketika dia berkehendak untuk memiliki hal-hal itu, dia tidak bisa mendapatkannya. Tuhan mengatakan bahwa Dia akan tinggal di dalam kita dan memenuhi segala keperluan kita. Malam ini saya bukan hanya mengabarkan Kristus yang telah mati bagi kita. Saya tidak hanya mengabarkan Kristus yang tersalib melainkan Kristus yang hidup di dalam kita, Kristus yang menyuplai segala keperluan kita.
Kita tidak seharusnya puas dengan Kristus yang kita kenal di masa lalu. Di dalam Yohanes 4 Tuhan memberi tahu perempuan
Banyak orang Kristen mengatakan bahwa mereka telah diselamatkan, namun kehidupan mereka tidak terlihat ada bedanya dengan mereka yang belum diselamatkan. Saya sering bergurau bahwa sebagian orang Kristen “belum cukup selamat.” Jangan salah paham. Saya tidak mengatakan bahwa mereka belum diselamatkan. Saya mengatakan bahwa mereka tidak terlihat sudah cukup selamat. Ini berarti mereka belum mencapai apa yang didefinisikan Alkitab sebagai beroleh selamat. Bisakah Anda mengatakan bahwa Anda memiliki Kristus sebagai Gembala Anda dan bahwa Anda “tidak kekurangan”? Apakah Kristus adalah Gembala Anda? Bisakah Anda mengatakan bahwa Anda tidak kekurangan? Anda mungkin harus mengaku bahwa Anda memiliki banyak keinginan. Jika Anda menjawab demikian, itu membuktikan bahwa Anda perlu mengenal Kristus secara lebih mendalam. Kristus yang disebut di dalam Alkitab adalah Dia yang bisa memuaskan hati Anda. Dia akan membuat hati Anda haus terus menerus, namun Dia akan meleraikan dahaga Anda terus menerus. Saya harus mengatakan Haleluya! Tuhan sudah memberi kita mata air. Ini tidak seperti mendengarkan kotbah seminggu sekali pada hari Minggu dan kemudian kehabisan suplai selama enam hari berikutnya. Dia adalah mata air di dalam kita yang memancar sampai pada hidup yang kekal. Orang Kristen tidak memerlukan ember sebab di dalam dirinya ada mata air. Air di dalam banyak orang Kristen kelihatannya berasal dari ember; ia dengan cepat akan habis. Akan tetapi Alkitab mengatakan bahwa ada mata air di dalam orang Kristen, yang memancar sampai pada hidup yang kekal. Sumber suplai dari keran air adalah waduk; suplai tersebut bukan berasal dari rumah itu sendiri. Demikian juga, sumber hayat dari orang Kristen adalah Kristus; bukan dari dirinya sendiri. Betapa berbedanya ini dengan manusia di dalam Roma 7, yang berkehendak dan gagal terus menerus.
ALLAH BERMAKSUD SUPAYA KRISTUS MENJADI
KEMENANGAN KITA
Banyak orang mengira bahwa mereka terlalu lemah dan bahwa mereka selalu gagal. Mereka minta supaya Allah menguatkan mereka. Mereka mengira bahwa asal mereka memiliki tenaga, mereka bisa mengalahkan dosa. Namun bahkan jika mereka memiliki tenaga, mereka tidak bisa mengalahkan dosa. Mereka sering terkejut ketika mereka dikalahkan oleh dosa mereka. Akan tetapi di dalam diri mereka sendiri, bisakah mereka melakukan sesuatu selain dosa? Berbuat dosa seharusnya tidak menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi mereka semua. Seorang misionaris Barat pernah berkata kepada saya, “Saya sering berdosa. Saya muak dengan dosa-dosa saya. Saya tidak bisa mengalahkannya, tidak peduli betapa keras saya berusaha. Pekerjaan saya di Cina sudah gagal.” Sambil mendengarkan, saya tertawa. Dia bertanya, “Mengapa Anda tertawa?” Saya mengatakan, “Anda merasa aneh bahwa Anda berbuat dosa. Namun saya tidak merasa aneh sama sekali. Bagi saya ini adalah sesuatu yang paling biasa. Saya mungkin kaget jika Anda melakukan dosa-dosa yang lebih besar, tapi saya tidak kaget bahwa Anda melakukan dosa-dosa semacam itu.” Dia mengatakan, “Saya sudah menginjil di Cina selama tujuh tahun. Saya tahu bahwa Allah telah memanggil saya, dan saya sudah mengalami Dia sedikit. Akan tetapi saya selalu gagal. Bagaimana saya bisa terus bekerja? Allah harus memberi saya kekuatan untuk mengalahkan dosa-dosa saya.” Saya mengatakan, “Jika Anda berdoa untuk hal-hal lainnya, Allah mungkin menjawab Anda. Namun jika Anda berdoa supaya Allah memberi Anda kekuatan untuk mengalahkan dosa-dosa Anda, Dia tidak akan menjawab. Dia tidak akan memberi Anda kekuatan untuk mengalahkan dosa-dosa Anda.”
Saya memberi tahu dia bahwa kesalahannya adalah berusaha untuk memperbaiki ciptaan lama dengan ciptaan baru. Dia lemah, dan dia minta kekuatan untuk mengalahkan dosanya. Akan tetapi, tenaga dari hayat yang baru, kuat kuasa Allah, bukan diberikan kepada kita untuk menopang manusia lama kita atau untuk memperkuat manusia lama kita supaya bisa mengalahkan dosa. Allah tidak pernah melakukan hal itu. Kita perlu meminta Allah untuk memberi kita terang yang baru dan wahyu yang baru. Kita perlu supaya Dia memperlihatkan kepada kita bahwa bukan sesuatu yang mengejutkan jika kita ini lemah. Memang benar bahwa kita seharusnya mengalahkan dosa. Masalahnya adalah hayat manusia selamanya tetap adalah hayat manusia. Hayat ini tidak memiliki tenaga untuk mengalahkan dosa. Allah tidak memiliki maksud supaya kita mengalahkan dosa dengan hayat manusia kita, dan Dia tidak memiliki maksud untuk menopang hayat lama kita dengan kuat kuasa-Nya. Allah bermaksud supaya Kristus menjadi hayat kita, kekuatan kita, dan kemenangan kita.
JALAN UNTUK MENERIMA HAYAT YANG MENANG
Bagaimana cara Allah memberi kita hayat yang menang ini? Dia memberi kita hayat yang menang melalui memberi kita Putra-Nya, yang menjadi kemenangan kita. Paulus mengatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus” (Flp. 1:21a). Paulus tidak mengatakan bahwa kita seharusnya hidup melalui Kristus, bahwa kita seharusnya hidup melalui kekuatan-Nya, atau bahwa kita seharusnya hidup melalui hayat-Nya. Dia mengatakan bahwa bagi dia hidup adalah Kristus. Konsep yang paling keliru adalah mengira bahwa Allah memberi kita Kristus untuk membantu kita mengalahkan dosa-dosa kita. Memang benar bahwa kita harus mengalahkan dosa-dosa kita. Akan tetapi caranya bukan melalui Kristus memberi kita kekuatan untuk mengalahkan dosa kita. Jalan yang alkitabiah adalah dengan menyisihkan diri kita dan membiarkan Kristus untuk menang bagi kita. Kristus mati di salib bagi kita. Sekarang Kristus tinggal di dalam kita dan bagi kita. Jika Kristus tidak hidup bagi kita dan jika Kristus hanya mati bagi kita di salib, akan mustahil bagi kita untuk menang. Kristus ada di sini bukan untuk menopang kita atau untuk menguatkan kita untuk mengalahkan dosa-dosa kita. Dia di sini untuk menyisihkan kita dan untuk hidup di dalam kita menggantikan kita. Dia sedang mengalahkan dosa bagi kita. Itulah sebabnya mengapa Paulus mengatakan bahwa bagi dia hidup adalah Kristus. Hanya ketika Kristus hidup bagi kita, barulah kita bisa mengatakan bahwa bagi kita hidup adalah Kristus. Jika Kristus tidak sedang hidup bagi kita, kita tidak bisa mengatakan bahwa bagi kita hidup adalah Kristus. Kita bukan hidup oleh Dia, dan kita bukan hidup melalui meniru Dia atau hidup melalui menimba dari kekuatan-Nya. Bagi kita hidup adalah Kristus. Itu bukan perkara Kristus memperkuat kita, melainkan perkara Kristus menjadi hayat kita.
KEMENANGAN ADALAH KRISTUS HIDUP BAGI KITA DI BATIN
Tiga tahun yang lalu saya bekerja di Amerika. Pada suatu hari setelah sidang, seorang dokter mengundang saya ke rumahnya. Istrinya berkata kepada saya, “Berdoalah bagi saya.” Saya bertanya, “Mengapa Anda ingin supaya saya berdoa bagi Anda?” Dia mengatakan, “Saya memiliki beberapa orang anak laki-laki yang nakal, dan mereka membuat saya marah terus menerus. Saya berusaha untuk sabar ketika anak yang sulung dilahirkan, dan saya berusaha untuk bertahan ketika anak yang kedua dilahirkan. Akan tetapi, ketika anak yang ketiga lahir, saya merasa tidak berdaya. Ketika keempatnya digabungkan, saya tidak bisa menahan diri lagi, dan saya mulai marah. Semakin mereka bersama-sama, semakin saya marah-marah. Saya tidak bisa bersabar. Apa yang seharusnya saya lakukan?” Saya tersenyum kepadanya dan berkata, “Apakah Anda benar-benar ingin menjadi sabar?” Dia menjawab, “Sungguh indah jika Allah mau memberi saya kesabaran. Kelak saya bisa menahan diri untuk tidak marah-marah.” Saya berkata, “Anda tidak kekurangan dalam hal kesabaran.” Dia berkata, “Apa maksud Anda? Jika saya tidak kekurangan dalam hal kesabaran, lalu apa yang saya kurang?” Saya mengatakan, “Anda kurang Kristus. Anda tidak kekurangan kesabaran. Jika Anda berdoa untuk kesabaran, Allah tidak akan pernah memberikannya kepada Anda, sebab Kristus adalah kesabaran kita.” Kristus tidak membantu kita untuk menjadi sabar; Dia tidak memberi kita tenaga untuk menjadi sabar. Dia adalah kesabaran di dalam kita.
Satu Korintus 1:30 mengatakan, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita: kebenaran dan kekudusan dan penebusan.” Ayat ini memperlihatkan kepada kita bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi kekudusan kita. Ia tidak mengatakan bahwa Kristus membantu kita untuk menjadi kudus atau memberi kita kekuatan untuk pengudusan. Kristus tidak memberi kita kekuatan supaya kita dikuduskan. Melainkan, Dia menjadi kekudusan kita. Kristus tidak lain adalah kekudusan kita. Inilah kemenangan. Kemenangan adalah Kristus menjadi hayat kita.
Banyak orang akrab dengan
HAYAT YANG MENANG ADALAH SUATU PERTUKARAN
BUKAN SUATU PERUBAHAN
Tahun lalu di Chefoo, seorang Kristen berkata kepada saya, “Saya memerlukan perubahan yang besar. Begitu saya berubah, segalanya akan beres.” Saya mengatakan, “Harapan Anda tidak akan pernah terkabul.” Dia mengatakan, “Anda tidak mengenal saya. Bagaimana Anda tahu bahwa tidak ada harapan di dalam diri saya?” Saya menjawab, “Saya mengenal Anda sejak dahulu kala. Sebelum Anda dilahirkan, saya sudah mengenal Anda. Apakah Anda? Anda adalah ketidak-ada-harapan itu sendiri. Allah sudah mengatakan di dalam Alkitab bahwa tidak ada harapan di dalam diri Anda. Jika memang ada sedikit harapan di dalam diri Anda, Allah tidak akan menyalibkan Anda. Salib adalah penilaian Allah terhadap diri Anda. Ini berarti Anda hanya layak untuk mati. Anda tidak layak untuk apapun juga selain mati. Anda seharusnya mati, dan Anda harus mati. Anda sama sekali tidak ada gunanya. Allah bukan sedang memperlakukan Anda dengan semena-mena ketika Dia menyalibkan Anda. Anda mengatakan bahwa Anda ingin berubah, namun saya mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah bisa berubah menjadi lebih baik. Anda tidak akan pernah bisa menjadi semakin baik. Harapan ini tidak akan pernah bisa direalisasikan. Tidak peduli berapa banyaknya seekor sapi berubah; ia akan tetap adalah seekor sapi. Tidak peduli berapa banyaknya seekor babi berubah; ia masih tetap adalah seekor babi. Tidak peduli berapa banyaknya Anda berubah, Anda masih tetap adalah diri Anda sendiri. Anda ingin berubah. Tapi baiklah saya mengatakan sesuatu kepada Anda. Gantilah kata “ubah” menjadi “ganti.” Apa yang Anda perlukan bukanlah perubahan, melainkan pergantian.”
Tidak peduli berapa banyaknya saya, Watchman Nee, berubah, hayat di dalam saya akan selalu adalah hayat dari seorang yang berdosa. Jalan keselamatan Allah dan metode penyelamatan-Nya bukanlah dengan mengubah apa yang jahat dan lemah di dalam diri saya menjadi sesuatu yang baik dan kuat. Jalan keselamatan Allah adalah dengan menyisihkan saya. Dengan demikian, bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalamku. Allah telah mengganti hayat saya dengan hayat Kristus. Ini bukan suatu pengubahan, melainkan suatu penggantian. Allah meletakkan Kristus di dalam saya sehingga Dialah yang hidup, bukan saya. Inilah kemenangan. Seseorang mungkin memiliki sifat pemarah, namun jalan keselamatan Allah bukan dengan mengubah sifat amarahnya. Jalan keselamatan-Nya adalah dengan meletakkan Kristus di dalam dirinya sehingga Kristus menjadi kesabaran dan kelembutannya. Allah bermaksud supaya Kristus menjadi pengudusan, kebenaran, kerendah-hatian, kesabaran, dan lain-lain kita. Ini berarti segalanya adalah Kristus. Kristuslah yang menjadi segala sesuatu bagi kita. Inilah makna dari kemenangan.
Kemenangan adalah sesuatu yang Allah berikan kepada kita; itu bukan sesuatu yang kita usahakan untuk kita capai. Banyak orang hanya membaca huruf-huruf dari Alkitab namun tidak memahami realitas di balik huruf-huruf Firman tersebut. Mereka tidak memahami apa yang dimaksud oleh
Putra Allah ada di dalam saya; Kristus ada di dalam saya. Inilah kemenangan saya, dan inilah segala saya. Saya tidak tahan untuk tidak memuji Dia. Putra Allah bersedia untuk mati di salib bagi saya. Hari ini Dia bersedia untuk tinggal di dalam saya. Dia sedang duduk di atas takhta di surga, namun pada saat yang sama, Dia juga tinggal di dalam saya. Allah telah memberikan hayat Putra-Nya kepada kita tidak lain adalah untuk tujuan ini. Dia telah menyisihkan hayat manusia dan meletakkan hayat Putra-Nya di dalam kita. Penghidupan dan segala sesuatu kita tergantung pada Kristus. Banyak orang mengira bahwa asal mereka menerima paket kesabaran, kerendah-hatian, atau kasih dari surga, segalanya akan beres. Tapi kita harus menyadari bahwa keselamatan Allah dalam Kristus adalah suatu transaksi borongan, bukan transaksi eceran. Kita tidak perlu minta sedikit hari ini dan sedikit besok. Dia sudah meletakkan segalanya di dalam kita sekali untuk selamanya.
BUAH ROH ADALAH KRISTUS
Banyak orang mengatakan bahwa ada sembilan jenis buah Roh Kudus di dalam
Kita sering bertanya apakah buah Roh itu. Akan tetapi Allah bertanya siapakah buah Roh itu. Buah Roh tidak lain adalah Kristus itu sendiri. Ketika kita memiliki Kristus, kita memiliki buah Roh. Jika kita memiliki Kristus, kita memiliki semuanya. Di mata Allah, kita tidak mendapatkan hal-hal itu satu persatu. Melainkan, kita mendapatkan seantero Kristus sekali untuk selamanya. Begitu kita memiliki Kristus, kita memiliki buah Roh. Banyak orang telah mencoba untuk membeli sedikit kasih karunia dari Allah. Hasilnya hanyalah kegagalan. Baiklah saya bertanya: Anda sudah berdoa bagi kesabaran untuk sejangka waktu yang lama, namun apakah Anda sudah mendapatkannya? Kristus ada di dalam kita sebagai hayat kita, dan Dia sedang hidup bagi kita. Apa lagi yang kita perlukan? Begitu kita melihat bahwa Kristus adalah hayat kita dan bahwa Dia sedang hidup bagi kita, kita akan langsung memiliki semua kasih karunia yang kita perlukan. Bangsa Cina memiliki suatu ungkapan: “Selama gunung yang hijau ada, tidak ada rasa takut bahwa seseorang akan kehabisan kayu untuk dibakar.” Kristus adalah “gunung hijau” kita, dan kesembilan aspek dari buah Roh adalah pohon-pohon yang tumbuh di “gunung” ini. Jika kita ingin menang di dalam kehidupan kita, mata kita harus diarahkan secara berkesinambungan pada Kristus.
Jenis orang Kristen yang dicari Allah bukanlah mereka yang meniru Kristus atau mereka yang telah menerima sedikit kuasa di
No comments:
Post a Comment